Perjalanan Visitasi

Yahudin Ishak, M.TPd

Perjalanan Visitasi

Oleh : YAHUDIN ISHAK

ASESOR BAP-SM PROVINSI BENGKULU

Berbekal surat tugas No. 427/BAP-SM-1/KP/VIII/2016 tertanggal 04 Agustus 2016 saya dan teman-teman berangkat ke kabupaten Mukomuko untuk melaksanakan visitasi di dua sekolah yang berbeda.  Perjalanan visitasi ke Mukomuko bagi saya merupakan perjalanan perdana, sementara bagi teman yang lain adalah perjalanan yang kesekian kalinya.

Saya dan tiga orang teman berangkat dari kota Bengkulu melalui jasa travel. Sementara teman yang lain berangkat dari Argamakmur ibu kota kabupaten Bengkulu Utara dengan mengendarai kendaraan pribadi.

Perjalanan kami pada awalnya biasa-biasa saja. Tapi pada saat sopir mengambil jalan pintas Batiknau-Ketahun, jalan terasa sempit dan berliku-liku. Suasana dalam mobil mulai hening, tidak ada lagi cerita lucu dan canda yang bikin ketawa. Saya yang duduk di samping sopir pun terasa pusing, apalagi yang duduk di bagian belakang.

Setelah dua jam perjalanan kami tiba di Ketahun, sebuah kecamatan di kabupaten Bengkulu Utara. Mobil yang kami tumpangi meluncur dengan kecepatan sedang memasuki kawasan perkebunan Pamorganda. Di kawasan ini ternyata tikungan tajam lebih banyak lagi. Kami pasrah dengan kondisi jalan yang sedang kami lalui dan berharap kami selamat sampai di tujuan.

Tanpa terasa kami sampai di simpang air muring masih di wilayah kabupaten Bengkulu Utara.   Sopir meminggirkan  mobilnya tepat di depan warung sate Sopo Nyono.  Kami pun turun untuk makan siang. Ada yang memesan sate kambing, sate ayam, dan ada juga yang memesan tongseng. Rupanya walau sama-sama pusing di dalam mobil selera tetap beda.  Saya mendengar ucapan sopir bahwa perjalanan kami akan memakan waktu tiga jam lagi. Saya pun menghitung-hitung waktu, insya Allah kami sampai sebelum maghrib di Mukomuko.

Alhamdulillah hitungan saya benar. Waktu kami chek in di hotel Bumi Batuah jam menunjukkan pukul 17.35 WIB. Kami disambut oleh teman-teman  dari Argamakmur yang sudah tiba duluan. Rasa lega bercampur pusing menyertai perasaan kami sore itu. Terima kasih ya Rabb.

Besok harinya sehabis sarapan pagi di hotel kami dijemput oleh perwakilan sekolah. Sekitar 15 menit perjalanan kami tiba di SMK Negeri 3 Mukomuko. Lokasi sekolah terletak di sebelah kanan jalan lintas Mukomuko-Padang tepatnya di desa Lubuk Sanai.  Sekolah ini masih tergolong baru tapi aura kebesarannya sudah terasa saat kami memasuki halaman sekolah. Senyum  ramah  kepala  sekolah, guru-guru, tata usaha, dan para siswa menyambut kedatangan kami pagi itu. O o ternyata kepala sekolahnya bapak Kanal, S. Pd, M. TPd masih mengenal saya.

Seperti ada yang memandu kami langsung masuk ke ruang kepala sekolah. Teman-teman Asesor memanfaatkan kesempatan itu untuk berfoto-foto bersama kepala sekolah. Tak lama kemudian kami disuguhi lontong khas Mukomuko plus kopi dan teh panas. Dasar perut karet, teman-teman yg baru sarapan sekitar 30 menit yang lalu menguras habis lontong yang sudah dihidangkan.

Tidak lama berselang diadakan pertemuan awal di ruang guru. Pertemuan awal tersebut dihadiri oleh kepala sekolah, guru-guru, tata usaha, dan tim asesor. Sambutan dari sekolah disampaikan langsung oleh kepala sekolah dan dari perwakilan Asesor disampaikan oleh bapak Thamrin, AR.  Selama pertemuan awal berlangsung  bapak Suharto dkk sibuk mengabadikan moment tersebut dengan berbagai jenis kamera. Jefret sana jefret sini dan akhirnya pertemuan singkat berdurasi sekitar 30 menit itu selesai. Berikut fotonya!


NEXT

Kepala sekolah meminta kami untuk mengikuti tim akreditasi sekolah menuju ruangan yang sudah disiapkan.  Sambil berjalan kami arahkan pandangan  ke berbagai sudut sekolah. Terlihat jelas sekolah itu diurus dengan baik oleh kepala sekolah dan warganya. Bangunan atau gedung sekolah di cat secara seragam berwarna kuning. Di bagian belakang sekolah terlihat pohon-pohon sawit menjulang tinggi. Sayang sekali, sawit-sawit itu bukan milik sekolah tapi milik masyarakat sekitar.

VISITASI  ACTION

Kami memulai kegiatan visitasi di ruangan yang sama. Hanya letak meja dan kursi yang dipisahkan berdasarkan kompetensi keahlian. File dokumen kevisitasian  sudah disiapkan di atas meja dari standar 1 sampai dengan standar 8. Setelah segala sesuatu dinyatakan siap maka kami pun mulai melakukan verifikasi terhadap instrumen evaluasi diri yang sudah diisi oleh pihak sekolah. Kami berusaha untuk mencari kebenaran dari instrumen evaluasi diri sekolah dengan cara menanyakan  dan meminta dokumen-dokumen pendukung.  Pada umumnya tim akreditasi  sekolah bisa memperlihatkan atau menunjukkan dokumen pendukung yang kami perlukan.

Proses verifikasi berjalan dalam suasana keakraban dan jauh dari perlakuan yang menghakimi.  Anggota tim akreditasi sekolah yang  melayani kami silih  berganti sesuai dengan standar yang menjadi tanggung jawabnya. Ada kalanya anggota tim tersebut harus bolak balik ke ruangan lain untuk mencari dokumen pendukung yang tertinggal. Di sela-sela proses verifikasi, tidak lupa kami selipkan saran dan masukan untuk kemajuan sekolah di masa yang akan datang.  Lihat foto verifikasi berikut ini…
Setelah proses verifikasi dianggap cukup oleh asesor 1 dan 2, maka kami mulai memberes-bereskan dokumen pendukung yang akan dibawa ke Bengkulu. Dokumen-dokumen tadi dimasukkan ke dalam map dan dipisahkan dengan kartu kendali, pernyataan kepala sekolah,  dan  Form C2.

Tibalah saatnya pertemuan akhir. Sebagaimana pertemuan awal, pertemuan akhir pun dihadiri oleh kepala sekolah, guru-guru, tata usaha, dan tim asesor.  Kata-kata akhir dari sekolah kembali disampaikan oleh kepala sekolah dan pak Sudiono mewakili tim asesor. Saya menambahkan  apa yang sudah disampaikan oleh perwakilan asesor. Saya menyoroti potensi yang dimiliki oleh SMKN 3 Mukomuko untuk menjadi SMK Besar  di kabupaten Mukomuko dalam kurun waktu 5-10 yang akan datang. Oleh karena itu dukungan guru-guru, tata usaha, dan warga sekolah sangat diharapkan. (YD/ editor jay)

 

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *