MASJID AR-RAUDHAH

oleh . Yahuddin Ishak, M.TPd

“Barang siapa yang membangun Masjid maka Allah SWT akan membangunkan
baginya semisalnya di Surga”. (HR. Bukhari Muslim)

Rekening Masjid Al-Raudhah  : 7083899508 Bank Syariah Mandiri

Seorang qoriah dan ustadzah. Dia adalah Dra. Hj. Evriza, M. Pd kepala SMK Negeri 1 Kota Bengkulu. Belum genap dua tahun kepemimpinannya, dia berhasil mengubah tampilan sekolah melalui konsep sekolah rujukan. Tampilan bagian depan sekolah yang dulunya kurang menarik, berubah total menjadi gedung bertingkat dan bernuansa modern.
Di tengah berlangsungnya pembangunan fisik sekolah, jiwa ke-ustadzah-annya muncul. Lalu lahirlah ide untuk membanngun masjid sekolah. Rasionya adalah, sekolah sangat membutuhkan masjid karena sejak berdiri di tahun 70-an SMK Negeri 1 Bengkulu yang dulu lebih terkenal dengan sebutan SMEA belum memiliki masjid. Selama rentang waktu yang cukup lama SMEAN/SMKN 1 Bengkulu hanya mengandalkan sebuah Mushalla untuk salat berjamaah. Itu pun dilaksanakan secara berganti-gantian.
Dengan bertambahnya jumlah siswa dari tahun ke tahun, maka keberadaan mushalla tersebut dianggap tidak layak lagi. Oleh karena itu perlu segera dibangunkan masjid. Ide yang tadinya baru berbentuk konsep segera di-action-kan. Rapat demi rapat diadakan untuk mematangkan rencana yang sudah dibuat. Terbentuklah panitia pembangunan yang diketuai oleh Drs. H. Zufiardi, M. Pd, seorang alumni dan dosen UMB. Saya sendiri ditunjuk sebagai sekretaris.
Ketika sosialisasi awal dilaksanakan di depan guru-guru dan tata usaha, warga sekolah sudah menunjukkan komitmen dan dukungannya dengan cara memberikan berbagai bantuan baik berupa uang maupun bahan-bahan seperti semen, pasir, dan sebagainya. Bantuan juga datang dari mantan kepala sekolah, orang tua siswa, para pengawas, alumni, simpatisan, dan para donatur.
Setelah dihitung-hitung jumlah penerimaan, maka bantuan yang diterima dijadikan modal awal untuk bergerak/membangun. Rapat kembali digelar untuk merencanakan peletakan batu pertama pembangunan. Mulailah diadakan pembagian tugas, ada yang mencari tukang, menyiapkan administrasi, penyiapan gudang, pengawas pembangunan sampai kepada urusan lobi-melobi.
Semua panitia bergerak sesuai dengan tugas masing-masing. Di satu sisi, tanah pun mulai digali. Lubang-lubang berukuran besar mulai terlihat dan lubang tersebut akan dijadikan titik awal peletakan batu pertama pembangunan. Di sisi lain, surat menyurat pun sudah selesai. Material-material bangunan mulai berdatangan dan menumpuk di bagian depan sekolah.
Hari (H) peletakan batu pertama pembangunan sudah ditentukan. Undangan sudah disebarkan, konsumsi sudah dipesan. Begitu juga persiapan dan lain-lain semua dinyatakan oke. Baliho ukuran besar diletakkan dipinggir jalan pas di depan sekolah. Bendera warna warni berjejer di pagar sekolah. Semua rencana peletakan batu pertama pembangunan masjid benar-benar siap.
Dalam surat undangan disebutkan bahwa Walikota Bengkulu H.Helmi Hasan, SE yang akan meletakkan batu pertama pembangunan. Namun pada saat pelaksanaannya Walikota Bengkulu berhalangan hadir dan diwakili oleh asisten 1 bapak H. Fachruddin Siregar. Alhamdulillah semua kegiatan berjalan lancar dan sukses.
Setelah peletakan batu pertama selesai, tahapan pembangunan diteruskan. Tahap demi tahap dikerjakan oleh tukang terutama menyelesaikan tiang-tiang bagian luar. Lalu dilanjutkan dengan pembongkaran atap dan kuda-kuda bagian atas. Untuk memperkokoh tiang bagian luar tukang menambahkan tiang bagian dalam. Seterusnya pemasangan mal untuk persiapan pengecoran lantai. Tahapan ini memakan waktu yang cukup lama karena banyak pekerjaan yang saling berkait satu sama lain.
Untuk sampai ke tahap pengecoran lantai bukan tidak ada masalah yang dihadapi. Misalnya masalah dana. Ada kesalahan kepala tukang dalam menghitung cost, sehingga seksi dana kewalahan mencari dana tambahan yang diperlukan. Untuk menutupi kekurangan dana tersebut terpaksa Anty (baca: Ratnawati) harus pinjam ke semua lini. Hari pertama pengecoran lantai berjalan mulus, tapi memasuki hari kedua dan seterusnya material bangunan seperti pasir, batu split, dan semen juga mengalami kekurangan. Sekali lagi ini kesalahan kepala tukang dalam menghitung kebutuhan riil.
Kemudian masalah kekurangan dana seperti tersebut di atas dibahas dalam rapat rutin kepengurusan. Dalam catatan pengelola dana, ada bon disana sini. Uang masuk lebih sedikit sedangkan uang keluar lebih banyak. Terjadilah minus dalam pembukuan sederhana pemenang kas.
Kajian-kajian dan diskusi-diskusi tentang bagaimana untuk mendapatkan uang guna membayar hutang yang sudah jatuh tempo terus dilaksanakan. Mulai dari meminta sumbangan ke alumni, mencari donatur, pembuatan kotak amal, dan pencetakan kupon sumbangan. Ibarat jurus pencak silat, semua jurus ditampilkan.
Seperti permainan sulap, pengecoran lantai masjid selesai dikerjakan. Jumlah tukang yang bekerja untuk membereskan bagian pekerjaan yang tertinggal mulai dikurangi. Pengurangan ini juga berkaitan dengan dana yang benar-benar menipis.
Alhamdulillah pencetakan kupon sumbangan bernilai Rp 10.000/kupon selesai dibuat oleh percetakan. Kupon-kupon dalam jumlah banyak itu dibagikan kepada para mentor untuk diteruskan kepada siswa/i binaannya. Allah telah menunjukkan kasih sayang-Nya. Hasil penjualan kupon dari minggu ke minggu sangat menggembirakan dan signifikan. Uang yang terkumpul lumayan banyak, tapi sekali lagi uang itu cukuplah untuk membayar hutang-hutang yang sudah kadaluarsa jatuh temponya.

Ar-Raudhah
Ar-Raudhah berarti “Taman-taman Surga”. Nama Ar-Raudhah dipilih untuk nama masjid sekolah disepakati dalam rapat khusus kepengurusan. Salah satu pertimbangannya, nama Ar-Raudhah belum banyak digunakan untuk nama masjid dalam kota Bengkulu.
Sejak ditetapkan dan disosialisasikan sebagai nama masjid, Ar-Raudhah menjadi terkenal dan populer di kalangan warga SMK Negeri 1 Kota Bengkulu. Tiap kali ada pertemuan dan kegiatan yang berkaitan langsung dengan hari-hari besar keagamaan, pengajian bulanan maupun kegiatan mentoring, nama Ar-Raudhah sering disebutkan.
Kini pembangunan lanjutan Masjid Ar-Raudhah mulai dilaksanakan. Bekas-bekas material yang menumpuk di depan masjid sudah dibersihkan. Tukang segera membangun tangga terlebih dahulu untuk mempermudah pengangkutan material dan bahan-bahan bangunan ke bagian atas.
Bila nanti masjid Ar-Raudhah selesai dibangun, maka salat berjamaah bisa dilaksanakan dalam jumlah yang banyak. Mudah-mudahan tumbuh kesadaran semua warga sekolah untuk meramaikan masjid melalui kegiatan salat berjamaah, tadarus al-quran, diskusi-diskusi agama, kajian-kajian islam, dan sebagainya.
Rencananya pengelolaan masjid Ar-Raudhah nantinya dilakukan secara bersama-sama dengan warga masyarakat sekitar sekolah. Hal ini dimaksudkan agar eksistensi masjid tidak hanya untuk warga SMK Negeri 1 kota Bengkulu tapi juga untuk warga masyarakat sekitar khususnya yang bertempat tinggal di jalan Jati Kota Bengkulu.
Masjid Ar-Raudhah dalam konsepnya selain digunakan untuk salat berjamaah dan kegiatan lain seperti dijelaskan di atas, juga akan dijadikan tempat untuk belajar membaca al-quran maupun belajar menghafal al-quran. Lebih jauh, nantinya dari masjid Ar-Raudhah lahir siswa-siswi yang hafal al-quran menjadi kebanggan sekolah dan keluarga. (ed.ono)

Please follow and like us:
0

One Response to MASJID AR-RAUDHAH

  1. fatmayanis says:

    Alhamdulillah….impian memiliki mesjid yang menjadi sarana penting untuk membangun insan yang beriman,bertaqwa dan berkarakter sudah terwujud walaupun belum selesai dg sempurna…selamat buat semua panitia pembangunan, warga smkn 1 dan bapak/ibuk yang telah ikut memberikan dukungan baik moril ataupun materil, dengan kerja ikhlas dan kerja cerdas…smg amal ibadah jariah ini tercatat sebagai tabungan di hari akhir nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *